Adakalanya, kamu benar-benar belum menemukan jati dirimu. Terjebak diantara pusaran-pusaran. Stagnan. Hanya berada di tempat, padahal dirimu mampu untuk lebih dalam mencari kebenaran dan jati dirimu yang sesungguhnya.
Kamu hanya kurang berusaha untuk menjadi lebih baik dengan imanmu. Kamu mungkin hanya kurang untuk memahami bahwa Islam ada sangat dalam tertanam di hatimu. Meski butuh waktu lama untuk menyadari bahwa dirimu sungguh sedang tersesat. Tak apa, setidaknya banyak orang-orang baik menjadi temanmu. Mereka yang bersedia untuk mendengar keluh kesah, betapa kau kebingungan bagaimana menyikapi ragam manusia yang bahkan tak kau sangka perangainya.
Carilah mereka yang bukan hanya karib dalam perjalanan mencari hiburan, tetapi karib dalam mencari rangkaian kalam-Nya, karib yang juga sedang berusaha mencari ridho-Nya, karib yang juga sedang berusaha untuk lebih dekat dengan Rabbnya, karib yang suka dengan ketenangan diri, karib dengan kata-kata indah yang terucap dari lisannya, karib yang menjadi penyejukmu.
Jika kamu merasa memiliki karib seperti itu, jangan pernah meninggalkannya, karena mereka adalah orang-orang baik utusan Allah untuk bisa mencapai surga bersama denganmu.
Ketika kamu bertemu dengan orang yang dirasa lebih baik agamanya dibandingkan dirimu, maka janganlah malu untuk menjadi muridnya. Jadilah orang yang bisa saling mengingatkan dalam kebaikan.
Fastabiqul Khairaat.

Tinggalkan komentar