Rehat yang cukup panjang membuatmu banyak berfikir, bagaimana seharusnya tentang segala kesalahanmu harus diperbaiki. Haruskah kembali seperti yang pernah kau lakukan di bulan-bulan sebelum kau menjadi begitu kacau dan rumit. Di waktu itu, dirimu begitu bahagia dengan segala sesuatu yang bekerja sesuai dengan putaran waktu bumi.
Rasanya, seperti de javu. Segalanya kembali seperti dimana aku tak merasa terbebani. Aku mulai merasa bahagia dengan apa yang kulakukan setiap detik waktu di hari-hariku saat ini dan rencana ke depannya. Tampak mudah, sepertinya.
Bumi …
Aku dan hatiku sepertinya mulai membaik perlahan. Seperti sediakala. Adakalanya aku akan mengalami stress berat kembali dan menjadi kacau, bahkan kalut untuk beberapa saat di masa depan. Perasaan-perasaan tak berdefinisi akan kembali menghantuiku, tapi tidak untuk sekarang. Aku mulai merasa segalanya dapat kukontrol dengan baik. Hatiku. Pikiranku.
Rehat, rupanya sedikit membuatku perlahan menguat, memahami dan mencari definisi-definisi kehidupan yang tak kutemukan sebelumnya. Tentang mereka, yang bahkan kau tahu sedikit tentang isi hatinya.
Rupanya, kedekatanku dengan-Nya sungguh punya andil besar dalam mengarungi kehidupan.
Lekas membaik, hatiku.
Lekas membaik, pikiranku.
Lekas membaik, untukku.
Kau, sungguh membaik perlahan.

Tinggalkan komentar