Bertemu mereka yang mengasihimu ketika keadaanmu sungguh sedang buruk. Bercerita tentang perkara memalukan hari ini, sambil tertawa keras bahkan terkocok perutmu. Geli rasanya. Seberapa lucukah cerita kita hari itu?
Mengenang kembali betapa konyol dan kecilnya sekali kita saat itu. Tak ada yang tahu, bahkan dunia saja kaget melihat kita yang bertumbuh begitu menakjubkannya. Daya berpikirmu sudah seperti orang dewasa saja. Hidupmu sekarang dpenuhi kesibukan. Merangkai banyak konflik yang membuatmu lelah, hingga seringkali jatuh sakit. Sakitmu bukan karena lelah bertindak, tapi lelah karena pikiranmu penuh.
Tentang malam yang kita habiskan dengan kepulan hangat mie kuah buatanmu di restoran kecil tempatmu bekerja. Diantara kepulan kehangatan itu, ada kisah-kisah lucu dan tawa yang terjalin diatas udara kepala-kepala kita.
Siapapun kau, temanku yang berasal dari segala sisi Indonesia, dengan segala sikap dan khasmu ketika menyapa. Bahkan perbedaan ketika kau berkata ‘halo’. 4 tahun yang lalu, atau yang masih berada di sisiku hingga saat ini. Rasanya waktu sudah lama pergi, bersama kesejukkan.
Bertahun-tahun yang lalu, kita dipertemukan. Namun, masa depan memisahkan. Karena ini hidup. Hidup akan terus seperti ini. Dipertemukan dengan banyak manusia-manusia yang tidak ada lagi sepertimu.
Bersahabat hingga usiaku menjejaki 21, menikmati masa menjadi seorang mahasiswi yang penuh dengan tantangan. Bertemu setiap hari di asrama mungkin membuatku sedikit bosan. Sedikit.
Tapi, tahun ini tak akan pernah terulang. Tak akan pernah.
Menjadi kawan, menjadikan kita dekat dan lekat. Menanggapi masa depan, membuat kita terpisahkan. Tapi, tak apa karena hidup memang seperti itu.

Tinggalkan komentar