Jika Kau Melihatku Terdiam

Jika Kau Melihatku Terdiam

Ada beberapa alasan mengapa beberapa bulan ke belakang, bahkan hingga saat ini aku tak banyak bicara. Lebih memilih diam, mengamati, berbicara pada diri sendiri, menikmati hadir makhluk bumi lain di antara tipis-tipis pandangan di pagi hari.

Ada banyak hal yang aku pikirkan. Orang bilang, aku terlalu sering merenung dan melamun. Mereka bilang, aku terlalu memikirkan banyak hal yang sesungguhnya mudah saja. Mereka bilang, aku hanya perlu memikirkan bahagia. Tapi, ternyata tak semudah perkataan mereka.

Jika kau melihatku terdiam, tolong … tanyai saja aku, “kenapa?”

Sejatinya, aku butuh teman bercerita, tapi rupanya kau tak juga kunjung menyapa

Jika kau melihatku terdiam, tolong … beri aku sepatah kata, apapun.

Setidaknya aku tahu bahwa kau melihatku ada di hadapanmu

Jika kau melihatku terdiam, hati, pikiran dan diriku sungguh sedang tak baik-baik saja.

Meski wajahku begitu muram, pedas, bahkan ganas, maafkan aku. Karena aku tak tahu lagi bagaimana sesungguhnya wajahku harus kukontrol ketika lelahku tak sanggup lagi kubendung.

Semoga, kau satu dari teman yang baik.

Yang tak selalu menilaiku karena aku begitu menakutkan, menjengkelkan, merisaukan.

Yang tak selalu menganggapku sebagai pemarah, penyendiri, si pemilih teman dan lain hal.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai