Merasa Lebih Buruk

Merasa Lebih Buruk

Ada yang terselipkan di setiap doaku setiap hari

Wujud tentang keberadaanku memang masih diakui, tapi tidak bagiku

Hari-hari yang sekarang merentang jarak rupanya telah banyak menelan makna

Lalu pertanyaan-pertanyaan tentang hari esok terus bersisian denganku bersama sunyi

Ada yang hilang dari diriku, benar-benar hilang namun tak dirasa

Ketika tumpuan padaku makin bertambah dan tak bersisa, nyatanya aku merasa jauh lebih buruk

Kalbuku tak lagi merasa iba, justru semakin tak peduli aku pada keadaan

Mataku hanya berada di ujung menyipit, tak hiraukan segala yang dibawah atau di hadapan

Lalu benarkah aku lebih buruk?

Atau sekali lagi hanya merasa?

Namun segalanya nyata di hadapanku

Aku terus tak bergerak dan diam di tempat

Segalanya terasa sepi, bias-bias cahaya bagiku hanya seperti lubang kecil

Aku hanya terus merasa lebih buruk

Karena tak banyak hal yang kulakukan

Semoga tak berkepanjangan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai