Ada yang terselipkan di setiap doaku setiap hari
Wujud tentang keberadaanku memang masih diakui, tapi tidak bagiku
Hari-hari yang sekarang merentang jarak rupanya telah banyak menelan makna
Lalu pertanyaan-pertanyaan tentang hari esok terus bersisian denganku bersama sunyi
Ada yang hilang dari diriku, benar-benar hilang namun tak dirasa
Ketika tumpuan padaku makin bertambah dan tak bersisa, nyatanya aku merasa jauh lebih buruk
Kalbuku tak lagi merasa iba, justru semakin tak peduli aku pada keadaan
Mataku hanya berada di ujung menyipit, tak hiraukan segala yang dibawah atau di hadapan
Lalu benarkah aku lebih buruk?
Atau sekali lagi hanya merasa?
Namun segalanya nyata di hadapanku
Aku terus tak bergerak dan diam di tempat
Segalanya terasa sepi, bias-bias cahaya bagiku hanya seperti lubang kecil
Aku hanya terus merasa lebih buruk
Karena tak banyak hal yang kulakukan
Semoga tak berkepanjangan

Tinggalkan komentar