Musim-Musim

Musim-Musim

Tudungnya berkibas menantang cakrawala
Tatapannya siratnya ada api yang menyala di dada
Bersaksi bahwa hari ini langkahnya akan berkata
Hidupnya bukan perhentian diatas pijak semata

Layaknya winter
Rencana adalah suatu yang mutlak
Ketika salju, cuaca dan lautan membeku dan tak berdetak
Kehangatan adalah sebuah keinginan telak

Layaknya spring
Berseri-seri wajah mereka yang memandang jalanan berwarna
Bunga sakura tercium wangi buatkan merona
Matahari bahkan tak lagi rasakan merana

Layaknya summer
Juang ditengah terik adalah sebuah keharusan
Peluh memeluk pelipis terus-terusan
Lunglai menjelma keganasan

Layaknya autumn
Daun-daun mulai memiliki perasaan untuk berkorban
Sepatutnya pohon berbaik sangka
Mereka saling menyayangi untuk suatu alasan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai