Ceritaku hanya ada di benakku
Tersimpan lama menjadi berkas-berkas penuh keraguan
Cerita tentang betapa sulitnya aku untuk mengungkapkan
Seluruhnya ada dalam benakku yang tak sanggup untuk berujar
Handai tolanku hanya melihat bayang semu garis lengkung di wajahku
Meski sempat beberapa kali diri mencoba untuk memancing betapa rumitnya benakku
Segala risau bersatu menjadi serangkaian gelisah yang pada akhirnya menjadikanku rumit
Gelisah yang akhirnya menghadirkan kisah tentang kenyataan bahwa aku rupanya egois
Mengapa harus begitu?
Tuhan beri aku hati yang kuat untuk selalu terlihat tegar meski sungguhpun tidak
Rangkaian hari terpatri meski aku terus merasa tersakit-sakit menghimpun langkah
Gurauan tentang aku bahagia atau merasa nyaman terus mengalir dari hari ke hari
Aku tak bisa berkata-kata di depan satu manusia
Aku tak bisa menangis di depan manusia terbaik
Sesekali aku ingin merasa mereka menyadari bahwa hadirku ada
Tanyai aku, bagaimana hariku
Perintahkan aku untuk menguak rasa dan rahasia padamu
Tawari aku bahumu, tawari aku nada lembutmu tentang bebanku selama ini
Sungguhkah ada yang masih begitu?
Karena saat ini aku butuh penopang

Tinggalkan komentar