Wajahnya menghangatkan embun
Membelai pagi dengan secercah rasa hangat yang terbersit di hati
Ada yang tidak aku khawatirkan tentang hari-hariku di masa depan
Melihatnya saja, sungguh diriku benar-benar bedecak
Entah mengapa bersapa dengannya aku tak bisa berhenti bersitatap
Ada saja yang ingin aku sampaikan meski sarat akan makna
Berbincang tentang mimpi, ilmu, ambisi masa depan
Aku percaya bahwa hari-hari adalah kesempatan yang luput dari pandangan
Dia menumbuhkan gelora dalam diriku
Membuatku percaya bahwa mimpimu tak selalu diraih dengan banyak cakap
Diam saja, tapi bergeraklah dengan bertanggungjawab
Diamlah pada kiri, berjalanlah dengan teguh dirimu diiringin teguhmu pada-Nya
Sekali lagi, ketika hari dimana dirinya membuktikan kehebatan terpendam
Aku lagi-lagi terkesima
Meski sesekali dia membual betapa tidak berdayanya dia
Sinar matanya sungguh memantapkanku bahwa ia adalah sosok teladan
Bertemu seseorang
Sepertinya sungguh seperti awan putih pekat yang menaungi di tengah terik
Melindungi dan menawarkan keteduhan tentang berbagai kekhawatiran
Nasihatnya padaku selalu untuk mendekatkan raga pada Sang Maha Pemilik Raga
Tak perlulah kusebut dirinya kali ini
Dia tentu tak tahu
Bahwa aku bertemu seseorang yang sungguh kukagumi
Aku, bertemu seseorang di hari-hariku dan waktuku

Tinggalkan komentar