Jangan sampai aku terbangun beralaskan api
Diantara ribuan cahaya aku temaram dengan kelam
Bersama hati yang telah lama teratapi
Kesekian kali bergema-gema menyambut malam
Redupmu jangan redupkan dia
Redupmu jangan hantui rindu
Redupmu tak boleh sejati adanya
Karena redupmu jauhlah menderu
Harus ada sinar di hati setiap insan yang punya jantung
Kecamuk jangan jadikan tameng nantinya, sayang
Kakinya berusaha tertahan oleh gelap tergantung
Di langit-langit temaram berceritakan gemintang
Kendalikan ego dan resiko dengan hangatmu
Berbicaralah pada Tuhanmu Yang Maha Pemberi Kebijaksanaan Abadi
Nantikan karunia dimana tak ada redupmu
Yang mampu singgah di setiap jentik jari dan nadi
Kasih, belai lemah dirimu
Yang sungguh lemah tanpa ada perisai milik-Nya
Mendekatlah dengan segenap peluh, tangis dan pilu
Yang akan larut ketika hatimu mulai merindu dengan hadir-Nya
Tentu di setiap sujud do’a malammu

Tinggalkan komentar