Mengejar Senja

Mengejar Senja

Pijakku katakan tak usah pergi

Hujan di sore ini menyisakkan sesak di dada

Betapa aku mengagumi sebuah arti

Dulu ketika rentangan waktu begitu dekat dan ada

Cinta katakan untuk jumpa dan menyapa

Sebuah rasa ingin yang lebam ada di peluhku

Membiru hingga tak sungguh bagaimana harus seperti apa

Heranku ternyata bisa seburuk tancapan paku

Mengejarmu sama seperti mengejar senja

Sungguh indah sekali rasanya memandang

Tapi, sejenak kemudian kau akan hilang dimakan mega

Dan pada akhirnya hilang diraup gemintang

Meski kemudian kau datang kembali

Kau tak lagi sama

Elokmu berubah dan terus seperti tak jeli

Sampai kapanpun, dirimu terus berirama

Hanya sebuah yang akan selamanya ada padamu

Sebuah elok senja, elok jiwamu

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai