Pijakku katakan tak usah pergi
Hujan di sore ini menyisakkan sesak di dada
Betapa aku mengagumi sebuah arti
Dulu ketika rentangan waktu begitu dekat dan ada
Cinta katakan untuk jumpa dan menyapa
Sebuah rasa ingin yang lebam ada di peluhku
Membiru hingga tak sungguh bagaimana harus seperti apa
Heranku ternyata bisa seburuk tancapan paku
Mengejarmu sama seperti mengejar senja
Sungguh indah sekali rasanya memandang
Tapi, sejenak kemudian kau akan hilang dimakan mega
Dan pada akhirnya hilang diraup gemintang
Meski kemudian kau datang kembali
Kau tak lagi sama
Elokmu berubah dan terus seperti tak jeli
Sampai kapanpun, dirimu terus berirama
Hanya sebuah yang akan selamanya ada padamu
Sebuah elok senja, elok jiwamu

Tinggalkan komentar