Keberkian kalinya hujan turun bersama bara kesedihan
Kenapa hujan selalu saja merasa sedih? Membuat hati tak terus larut dalam senyum
Ah, ini hanya sebuah prasangka hati bahwa hujan pembawa bala sedih
Jangan rusak kediaman
Hari ini aku hanya ingin banyak berteduh dibawah langit-langit yang harum
Tunjukkan aku bahwa singgah ini tak akan pedih
Embun-embun menempel pada dindingnya
Dingin. Kecupku
Tidak, tidak. Menuai kenangan tiap butir beningnya
Tapi aku ragu
Akan seperti apa rasanya
Ketika jalanan basah mulai buntu
Di satu pagi aku terkejap, silau
Embun menghilang berubah menjadi bekas
Sadar ragaku dengan nyata
Kenangan akan membekas laksana embun yang bergeming seharian diatas dinding jendela kamarku
Meski akan hilang nantinya diterpa angin dan hujan selanjutnya
Jendela hari ini, katanya penuh dengan kecemburuan
Yang bahkan angin saja luluh untuk berduaan
Jangan hilang, kenangan!
Aku bahagia pada jendela di hari ini

Tinggalkan komentar