Arunika datang lagi hari ini
Beriring secercah bahagia yang terselip diantara celah-celah daun talas
Bergelayut embun menyapanya dengan berseri
Berkata hari ini akan terusir semua cadas dan keras
Jalanan kering ini laksana monokrom
Terlukis satu warna berpadu garis tunggal
Candramawa namanya, menyapu temaram
Beradu dengan dentang genta yang tetap tinggal
Di ujung tempat ini
Hari ini daku berangkat lagi, Ibunda
Ke ranah dimana tulisan dan kata-kata begitu diagungkan kekuatannya
Genta memanggilku, Ayahanda
Lepas aku dengan cerah hati dan rupa berdua
Berkali genta memanggil jiwaku, lagi. Berkali-kali tiap waktu, luruh
Tak berpeluh karena aku pun luluh
Bersama genta, aku mulai mencinta kata
Disana aku bisa bergurau dan menari bercerita

Tinggalkan komentar