Genta

Genta

Arunika datang lagi hari ini

Beriring secercah bahagia yang terselip diantara celah-celah daun talas

Bergelayut embun menyapanya dengan berseri

Berkata hari ini akan terusir semua cadas dan keras

Jalanan kering ini laksana monokrom

Terlukis satu warna berpadu garis tunggal

Candramawa namanya, menyapu temaram

Beradu dengan dentang genta yang tetap tinggal

Di ujung tempat ini

Hari ini daku berangkat lagi, Ibunda

Ke ranah dimana tulisan dan kata-kata begitu diagungkan kekuatannya

Genta memanggilku, Ayahanda

Lepas aku dengan cerah hati dan rupa berdua

Berkali genta memanggil jiwaku, lagi. Berkali-kali tiap waktu, luruh

Tak berpeluh karena aku pun luluh

Bersama genta, aku mulai mencinta kata

Disana aku bisa bergurau dan menari bercerita

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai