Dari ‘MAGER’ Jadi ‘KEJER’

Manusia memiliki beragam sifat dan karakter dalam dirinya, ada sifat positif atau sebaliknya, sifat negatif. Sifat positif merupakan sifat yang banyak disukai orang karena sifat ini menyebarkan sebuah ketentraman dan kesenangan yang biasanya terdapat dalam setiap diri manusia, yaitu berupa suka menolong, ramah, baik hati, rajin dan lain sebagainya. Sedangkan sifat negatif merupakan sifat yang tentunya tidak disukai oleh orang lain karena sifat ini cenderung menyebarkan perasaan kebencian dan menghasilkan kerugian, yakni seperti marah, benci, iri, rasa malas dan dengki.

Semua sifat positif tentunya memiliki pengaruh positif juga, demikian sebaliknya. Sifat negatif yang terus menerus dilakukan tanpa adanya perbaikan untuk merubahnya akan menimbulkan stigma yang buruk terutama di kalangan sekitarnya. Sebagai seorang akademisi, tentunya sangat dianjurkan bagi kita untuk menciptakan karakter yang positif agar dapat menciptakan lingkungan akademisi yang baik pula. Contoh yang paling mendasar yang terjadi di kalangan mahasiswi adalah rasa malas dalam melakukan sesuatu.

Contoh kecilnya adalah mengerjakan tugas. Ketika seorang mahasiswi mendapatkan sebuah tugas dari dosennya, ada rasa malas yang melanda. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, yaitu karena tugasnya terlalu banyak, merasa kesulitan dalam mengerjakan tugasnya, sudah berusaha keras namun tetap tidak mengerti dengan tugasnya dan sudah berusaha keras mencari referensi namun tidak dapat menemukannya juga. Keempat sebab tersebut merupakan beberapa alasan mengapa seorang mahasiswa malas mengerjakan tugas kuliahnya.

Lalu, apa yang akan terjadi ketika tugas tidak dikerjakan?

Banyak hal bisa terjadi ketika seorang mahasiwa tidak mengerjakan kewajiban yang diberikan dosen.

  1. Tidak mendapatkan nilai tambahan
  2. Dikurangi nilai kehadirannya
  3. Tidak diizinkan memasuki jam perkuliahan
  4. Dimarahi dosen
  5. Dosen mengalami kekecewaan yang mendalam

Pada akhirnya, semua menjadi kacau balau.

Itu hanyalah contoh kecil dari sebuah pekerjaan yang ditunda oleh seorang mahasiswi. Tentunya, kegiatan sehari-hari tidak hanya diisi dengan mengerjakan tugas kuliah. Ada pekerjaan mencuci baju, makan, mengaji, mengikuti kegiatan kampus dan masih banyak lagi.

Pagi adalah waktu paling produktif untuk melakukan kegiatan di awal hari karena udara pagi merupakan udara yang segar untuk melakukan segala aktifitas. Contoh kegiatan yang bisa kita lakukan adalah olahraga, mencuci baju, mandi dan sarapan. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa seorang mahasiswi yang hidup jauh dari rumah memiliki pekerjaan lebih banyak untuk dilakukan seorang diri.

Mari kita bayangkan …

Jika kita memiliki banyak baju cucian yang harus dicuci sedangkan setelah shalat shubuh kita tidur kembali hingga pukul delapan pagi karena ‘mager’ alias malas gerak, bagaimana dengan cucian baju kita?

Jika kita memiliki setumpuk tugas kuliah dan kita memilih untuk tidak segera mengerjakannya karena ‘mager’, bagaimana jadinya dengan kewajiban kita sebagai seorang mahasiswi?

Jika kita memiliki banyak sekali waktu senggang dan disia-siakan begitu saja dengan kegiatan yang tidak menghasilkan apapun karena ‘mager’, bagaimana dengan potensi-potensi dalam diri kita yang belum kita gali lebih dalam?

Istilah ‘mager’ yang sudah trendi di kalangan generasi millenial ini rupanya telah meracuni anak-anak millenial itu sendiri. Karena malas untuk mencari, malas untuk berjalan, malas untuk bergerak, malas untuk berusaha itulah, segala sesuatu yang sebenarnya bisa saja dikerjakan dan diselesaikan dengan tepat waktu mejadi bertumpuk dan akhirnya menjadikan mereka para penunda pekerjaan menjadi stres atau dalam istilah gaul ‘kejer’ atau kewalahan karena pekerjaan yang harus dikerjakannya seorang diri menjadi kian banyak.

Sudah kita ketahui dan rasakan bahwa sifat ‘mager’ akan menimbulkan banyak masalah ke depannya. Karena ‘mager’, semua pekerjaan tertunda dan menumpuk yang pada akhirnya menimbulkan stres karena tidak ada satupun pekerjaan yang selesai dalam satu hari.

MAKA MULAI SEKARANG, MARI KITA PETAKAN SATU HARI SELAMA HIDUP KITA. PETAKAN PEKERJAAN KITA. RENCANAKAN SATU HARI DENGAN SUKSESNYA SELURUH PEKERJAAN KITA SUPAYA SATU HARI KITA MENJADI BERMANFAAT DAN BAHAGIA. KARENA, SESEORANG YANG BAHAGIA TIDAK AKAN MERASAKAN SEBUAH TEKANAN ALIAS STRES.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai