Titik

Titik

Satu titik di dunia ini adalah

Ia yang memaksamu untuk menetap lebih lama menghadapi esok

Yang akan selalu mengingatkanmu betapa mempesonanya ia

Satu titik di hatimu adalah

Cinta yang merengkuhmu selamanya meski tubuhmu jauh pergi

Ke hutan belantara dunia, dasar palung lautan, segitiga bermuda

Satu sinar itu adalah

Menyeruaknya kilat putih di suatu sudut

Melebar kian besar, menularkan rasa ingin tahumu untuk terus mendekatinya

Hingga kilat itu benar-benar terengkuh bersama hadirmu

Satu jalan yang kau lalui adalah

Membentur aspal hitam, menyapu jalan dengan gagah, bergesek usang sepatumu

Menyapa titik jalan dengan menawannya secercah yang kau bawa

Di ujung entah dimana itu

Kau akan selalu temukan kehangatan rengkuhannya

Kau cium bau tanah mewangi sehabis hujan disana

Kau rasakan angin merisau di sela-sela pepohonan

Tangis, tawa, amarah dan desah

Kau dengar disana

Kau akan temukan suatu titik itu

Titik yang akan selalu hadir, tak akan hilang ditelan waktu meski

Kau dalam senang atau susah

Titik itu, bernama rumah

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai