I See Them, Then I Learn

Belajar arti ‘hidup’ itu bisa dari 2 hal, makhluk hidup atau benda mati.

Contoh sederhana, ketika seorang anak kantoran yang mengeluh beratnya tuntutan atasan, atau kerjaan yang tidak sesuai dengan passion padahal gaji lebih dari cukup untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari.

Tapi, di sisi lain kota ada seorang pedagang kaki lima, berjualan membawa tandu berat berisi dagangannya, berjalan berpuluh kilometer jarak dari rumahnya, namun saat penghasilan hari itu tak sebesar kemarin, pedagang itu tetap bahagia karena masih bisa memiliki uang meski tak seberapa.

Jika di hari yang sama, anak kantor tersebut bertemu dengan pedagang kaki lima dan berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing, maka siapa yang akan banyak mendapat hikmah?

Jawabannya … bisa jadi keduanya!

Anak kantoran bisa jadi akan belajar bagaimana menghargai hal-hal sulit di hidupnya, karena bisa saja ada orang yang mendambakan kehidupannya saat dirinya mengeluh tentang sulitnya bekerja di kantor, namun dengan gaji yang stabil. Begitu pula sebaliknya.

Lalu, bagaimana belajar ‘arti hidup’ dari benda mati?

Allah selalu punya alasan menciptakan segala sesuatu di dunia ini, tak hanya makhluk hidup tapi juga benda mati.

Pernah lihat air menetes di atas batu, hingga batunya berlubang?

Atau pernah lihat pisau yang terus diasah semakin tajam?

Kalau kamu menganggap itu hanya fenomena biasa, mungkin kamu bisa saja benar. Tapi, jika kamu melihat fenomena itu dari sudut pandang yang kedua, maka bisa jadi kamu akan banyak mendapatkan hikmah yang tak ternilai harganya. Bahkan mungkin bisa mengubah perspektifmu tentang arti hidup yang selama ini kamu jalani.

Jadi, kira-kira pelajaran apa yang bisa kamu ambil dari 2 fenomena benda mati yang aku sebutkan di atas?

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai