Luka

Luka

Aku masih punya luka

Yang seringkali kambuh setiap kali teringat

Yang seringkali menghujam begitu dalam setiap kali orang lain membahasnya

Sampai rasanya aku ingin mati saja

Aku masih punya banyak penyesalan

Karena salahku yang saat itu tidak berani berkata “tidak” pada sesuatu yang tidak kuinginkan

Karena kepengecutanku yang tidak berani untuk menepis rasa takutku sendiri

Karena mengira bahwa menjadi penurut bisa memulihkan rasa tak nyamanku saat itu yang kukira hanya sesaat

Aku menyadari bahwa aku tak sepenuhnya lega dan lapang saat menginjak dewasa

Saat dunia mulai terasa nyata dan kesulitan dalam hati, pun diriku untuk menerima

Sampai terkadang aku merasa sia-sia dan tak berguna

Entah sampai kapan rasa sesal itu membara dalam hatiku

Entah sampai kapan aku bisa menerima hal-hal yang sudah terjadi yang tak kukehendaki

Entah sampai kapan aku bisa menerima kenyataan yang mungkin bisa saja kuubah saat itu

Dan entah sampai kapan aku akan berlarut dalam sesal dan sedih

Rabbisy rahlii shadrii …

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai