Haruskah Pergi Seorang Diri?

Haruskah Pergi Seorang Diri?

Ketika aku mulai menulis, yang perlu kau tahu hanyalah, bahwa aku sedang kesepian. Yang perlu kau ketahui hanyalah, bahwa aku sedang tidak merasa nyaman dengan perasaan yang timbul dalam hatiku. Jadi, hanya ini yang bisa kulakukan untuk melepaskan segalanya.

Aku sedikitnya sudah terlatih tentang disiplin. Hari-hariku selalu aku atur untuk setiap waktunya agar aku bisa melakukan kegiatan. Kapan waktu aku harus sarapan, kapan waktu aku harus shalat dhuha, kapan aku harus tidur siang, kapan aku harus nonton film, kapan aku harus mengerjakan tugas. Seluruhnya aku atur dengan menerapkan sistem timing lists. Alhamdulillah, setiap harinya tak pernah kulewatkan, kecuali ada beberapa hal mendesak di luar waktuku.

Jauh di lubuk hatiku, aku ingin sekali teman-teman sekitarku bisa melakukannya juga. Pernah aku berkata mengenai hal ini ketika kumpul bersama. Mengajak untuk saling bisa menerapkan hidup teratur. Karena, aku suka sesuatu yang rapi dan teratur. Aku ingin, bukan hanya aku yang bisa menjadi pribadi yang tertata dan memiliki gaya hidup berdisiplin, tapi kawan-kawanku.

Saat ini, aku merasa pola pikirku terlalu kuno, terlalu kolot, terlalu sempit. Aku terlalu menafsirkan disiplin dalam semua hal. Merasa takut apabila larangan dan aturan dilanggar. Terlalu sensitif apabila teman dekatku sendiri melakukannya dan menimbulkan ketidaknyamanan yang luar biasa dalam diriku. Meski begitu, aku sulit untuk mengungkapkannya, karena tak ingin membuat jarak dengan mereka-mereka yang aku tak merasa nyaman dengannya.

Aku takut memaksakan mereka untuk menjadi sepertiku. Aku merasa, mereka tak sungguh-sungguh ingin untuk melakukannya. Aku merasa, tak ada yang sependapat denganku dengan hal ini.

Lalu, haruskah aku pergi, berjalan seorang diri? Tak pedulikan lagi kawan-kawanku dan melangkah jauh? Tanpa menoleh sekalipun? Meski telah kau ajak beberapa kali?

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai