Doa Untuk Bumi

Doa Untuk Bumi

Di Negeri Arabia, ada rintihan dan tumpah darah

Binar-binar harapan bersinar dari para malaikat kecil yang harapkan pertolongan

Kami inginkan keselamatan di negeri ini

Kami ingin memeluk kehangatan yang dipancarkan Ayahanda, namun ia tiada

Kami inginkan kecup lembut ibunda diantara debu-debu yang menghujani negeri, tapi ia pergi

Matanya mati rasa, tak sanggup lagi untuk menangis

Suaranya tercekat oleh dentuman raksasa hitam, mematikan seluruh hidup serta negerinya

Di Negeri Mutiara Hitam, hidup adalah tentang berjuang melawan terik dan rintik

Tidak ada diantara ribuan juta diri yang merasa kaya

Kami kelaparan, bumi

Hamparanmu begitu luas tapi tak dengan negeri kami, kering lagi tandus

Saudara kami perlahan-lahan pergi, tak sanggup lagi menahan perihnya hidup

Atau kami juga harus memilih untuk pergi untuk temukan ujung dari sebuah kehidupan?

Di Negeri Kangguru, api binasakan seluruhnya

Pohon-pohon merintih panasnya lahapan api yang menyerbunya

Pohon berkata bahwa ia takut bumi kesepian dan tersedu

Pohon berkata hadirnya menenangkan seluruh jiwa di bumi, tapi bumi sedang sakit

Hewan-hewan berlari huru-hara, tak kenal tujuan karena seluruhnya memerah

Binar mata rusa mencari Ibunya tergambar jelas di langit Australia

Hari itu, koala pun ikut pergi meninggalkan pohon

Di Negeri Timur, virus Corona menjadikan beribu orang layaknya zombie

Mematikan kehidupan, mematikan harapan, mematikan penghidupan

Mungkinkah ini akhir dunia?

Uighur terbungkam oleh para penegak dusta

Hati mereka bersama-Nya, dengan-Nya dan akan selalu untuk-Nya

Keyakinan mereka terhadap-Nya menjadikan mereka kuat menghadapi para pendusta

Langit Tiongkok berkabung untuk waktu yang lama

Untuk bumiku, yang sungguh kami pun inginkan merintih

Menahan pedih mendengar kisahmu yang sungguh menyayat perih

Sembuhlah segera, bumi

Anak cucu kami tidak boleh merasa sedih melihatmu terpuruk

Bumiku, bersabarlah terhadap kami yang serakah

Maafkan kami yang terlalu mengenal ego dan nafsu

Kutuk kami karena tak bersyukur atas pemberian-Nya yang tanpa batas

Perilaku kami sungguh bukan seperti manusia

Kami sungguh ingin melihatmu damai, tenang dan terjaga dari marabahaya

Bumiku, setiap harinya kami ingin menengadah bertanya kabarmu

Setiap harinya kami ingin menyanjungmu, betapa indah ciptaan-Nya

Bumiku, doaku untukmu ada di setiap sujudku

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai