Perihal Cinta

Perihal Cinta

Ada banyak hal yang rupanya indah di mata wanita

Harapan tentang keajaiban akan hati seorang adam yang tulus

Perihal cinta yang ada dalam dirinya

Menunggu hujan yang akan menyuburkan hatinya layak bunga mawar di tengah kemarau

Kisah ini bukan kisah cinta anak muda

Yang hanya memuja-muja cinta layaknya pusaka

Perihal cinta yang dirasa manis ketika umurnya dua puluh

Rupanya hatinya tak sama seperti yang lain

Yang sedang dibuai bahagia dan rasa oleh para anak adam

Nyatanya dia hanya tersenyum pias

Dia yang tak bersuara perihal adam

Dia yang diam seribu bahasa bertanyakan haruskah

Dia yang menuai senyum tipis dan berlagak bodoh

Bodoh perihal anak adam

Tetua mengingatkan untuk tak cemburu

Pada mereka yang mengenali adam lebih jauh

Pada mereka yang mabuk dibuai perihal adam

Waktumu untuk berbenah, nak …

Perihal cinta

Yang ditujukan untuk anak adam di suatu masa

Berbenah, nak

Bangunlah masa di depan wajahmu untuk saat ini

Perihal adam, waktu yang akan menjawab pertanyaanmu

Perihal cinta yang sungguhkah tak tumbuh

Apa mungkin dia hanya berbohong?

Ataukah dia benar-benar tak punya hati?

Tapi sungguh fitrahnya masih suci dan bersih

Perihal cintanya saat ini

Ada Sang Maha Pemilik Cinta yang sangat harus didahulukan

Ada Penggenggam Hujan yang patutnya dicintai

Ada Tetua-tetua yang sungguhpun kau hormati

Perihal cintamu tak sebatas adam

Yang harusnya tak dahulu dipertemukan hingga waktu yang memutuskan

Yang harusnya menjagamu dari fitnah-fitnah keji dan mereka yang tergoda

Perihal cinta

Siapa sesungguhnya ia?

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai