Ada banyak hal yang rupanya indah di mata wanita
Harapan tentang keajaiban akan hati seorang adam yang tulus
Perihal cinta yang ada dalam dirinya
Menunggu hujan yang akan menyuburkan hatinya layak bunga mawar di tengah kemarau
Kisah ini bukan kisah cinta anak muda
Yang hanya memuja-muja cinta layaknya pusaka
Perihal cinta yang dirasa manis ketika umurnya dua puluh
Rupanya hatinya tak sama seperti yang lain
Yang sedang dibuai bahagia dan rasa oleh para anak adam
Nyatanya dia hanya tersenyum pias
Dia yang tak bersuara perihal adam
Dia yang diam seribu bahasa bertanyakan haruskah
Dia yang menuai senyum tipis dan berlagak bodoh
Bodoh perihal anak adam
Tetua mengingatkan untuk tak cemburu
Pada mereka yang mengenali adam lebih jauh
Pada mereka yang mabuk dibuai perihal adam
Waktumu untuk berbenah, nak …
Perihal cinta
Yang ditujukan untuk anak adam di suatu masa
Berbenah, nak
Bangunlah masa di depan wajahmu untuk saat ini
Perihal adam, waktu yang akan menjawab pertanyaanmu
Perihal cinta yang sungguhkah tak tumbuh
Apa mungkin dia hanya berbohong?
Ataukah dia benar-benar tak punya hati?
Tapi sungguh fitrahnya masih suci dan bersih
Perihal cintanya saat ini
Ada Sang Maha Pemilik Cinta yang sangat harus didahulukan
Ada Penggenggam Hujan yang patutnya dicintai
Ada Tetua-tetua yang sungguhpun kau hormati
Perihal cintamu tak sebatas adam
Yang harusnya tak dahulu dipertemukan hingga waktu yang memutuskan
Yang harusnya menjagamu dari fitnah-fitnah keji dan mereka yang tergoda
Perihal cinta
Siapa sesungguhnya ia?

Tinggalkan komentar