Berbagi Peluh

Berbagi Peluh

Tertegunku di hari tengah

Deras air peluh melenguh melewati nadi-nadi ragaku

Artikan aku sebagai anugerah dan berkah dari Pemilik Masa

Aku berhutang nyawa dan nama

Beruntunglah pada mereka yang miliki batin selembut mereka yang ingin merasakan surga

Aku menggumamkan para pejuang kehidupan dalam benak

Benarkah sesulit itu melawan kejam

Tentulah kabar baik sangat dinanti

Peluhmu, ibunda

Entah kau rasakan untuk menyerah atau tidak

Rasaku hanya inginkan menangis di peraduanmu

Menimang batinmu yang lelah karena banyaknya luka di hatimu

Tentang hidup ini yang nyatanya kejam dan runyam

Peluhmu, ayahanda

Entah kau merintih atau memapah jejak-jejakmu

Rasaku hanya inginkan peluk hangat tubuhmu

Menggenggam erat jari-jarimu, menarikmu dalam senyumku

Untuk menyembuhkan luka kakimu dan hatimu

Hari ini kulihat abang pergi ke ladang

Bertani terik dan rintik yang terus melewati tiap helai rambut hitamnya

Menyerang rasa sakit di tiap-tiap lapisan tulangnya

Datanglah kemari

Biarkan aku rasakan peluhmu juga

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai