Langkahku bukanlah perhentian
Ujung hidupku masih bertengger di dunia nun jauh
Yang tak sampai pada waktu dimana misteri sedang kesepian
Mungkin kadang benak merasa resah
Dengan bola-bola rupawan yang kadang menyala untuk memiliki kawan serupa
Kesendirianku tak sungguh sendiri
Garis mengajariku untuk terus maju meski titik memaksa untuk berhenti
Karena hidup tak sebatas karena titik yang memaksa
Kesendirianku berbicara tentang jiwa-jiwa
Dimana aku harus banyak merenungkan betapa rapuhnya diri
Tentang takdir hidup dan mati yang tak akan pernah dirasa
Kesendirianku menghidupkan kalbu
Ketika kita yang sungguh tak kuat, harus mampu untuk berpijak pada alas api
Maka haruslah kalbu bertindak untuk belajar arti peduli
Nikmati kesendirianmu
Kesendirianmu sedang mengajarkanmu arti hidup
Nb: puisi ini dibuat ketika perjalanan kembali ke ladang jihad

Tinggalkan komentar