Menikmati Kesendirian

Menikmati Kesendirian

Langkahku bukanlah perhentian

Ujung hidupku masih bertengger di dunia nun jauh

Yang tak sampai pada waktu dimana misteri sedang kesepian

Mungkin kadang benak merasa resah

Dengan bola-bola rupawan yang kadang menyala untuk memiliki kawan serupa

Kesendirianku tak sungguh sendiri

Garis mengajariku untuk terus maju meski titik memaksa untuk berhenti

Karena hidup tak sebatas karena titik yang memaksa

Kesendirianku berbicara tentang jiwa-jiwa

Dimana aku harus banyak merenungkan betapa rapuhnya diri

Tentang takdir hidup dan mati yang tak akan pernah dirasa

Kesendirianku menghidupkan kalbu

Ketika kita yang sungguh tak kuat, harus mampu untuk berpijak pada alas api

Maka haruslah kalbu bertindak untuk belajar arti peduli

Nikmati kesendirianmu

Kesendirianmu sedang mengajarkanmu arti hidup

Nb: puisi ini dibuat ketika perjalanan kembali ke ladang jihad

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai