Malam ini, biarkan aku serpihkan beberapa kisah
Yang akan menimbulkan sebuah embun di ujung matamu
Kisah tentang seorang yang tampak terlihat tenang, namun tak benar-benar seperti yang terlihat
Saat ini, biarkan ia bernapas dalam kesederhanaan hatinya
Yang selalu ingin terlihat diam meski nampaknya tidak
Yang ingin terlihat bodoh meski nampaknya cerdas
Yang ingin terlihat tak mampu namun kemampuannya tak terkira
Kali ini, biarkan ia sendiri dengan sepi dunianya, yang sejatinya tidak sepi
Dunia sepinya adalah rumah kelam bagi para pendatang, namun surga bertahtakan mutiara baginya
Dunia kelamnya adalah gelap bagi mereka yang sungguh tak tahu jati dirinya, yang jauh terkubur di dasar samudera
Jangan usik ketenangan jiwanya dengan desas desus
Sekali saja, lepaskan ia dari genggaman eratmu
Jiwanya bebas, tidak boleh lagi ada keterkekangan diantara dirinya dengan cakrawala
Biarkan ia menembus angkasa dengan rangkaian kata dan tarian jarinya
Yang sungguhnya mampu merobek lapisan ozon hingga menembus Neptunus
Dia baik, namun begitu penuh rasa malu karena keberanian tak hinggap dalam nadinya
Kekhawatiran selalu membayanginya sampai tak mampu untuk terus bergerak
Melawan si takut untuk pergi menjauh
Dalam hatinya ia berkata, “Apa yang harus aku lakukan?”
“Aku terlalu takut untuk melangkah lebih jauh lagi.”
Namaku … cahaya
Aku tak ingin redup karena rasa takut
Ajari aku untuk tetap bersinar terang diantara gedung-gedung pencakar langit
Namaku cahaya, aku tak ingin menghilang
Pict. taken by: Arya Rahmania Putri Afisa @afisamaii

Tinggalkan komentar