Namaku Cahaya

Namaku Cahaya

Malam ini, biarkan aku serpihkan beberapa kisah

Yang akan menimbulkan sebuah embun di ujung matamu

Kisah tentang seorang yang tampak terlihat tenang, namun tak benar-benar seperti yang terlihat

Saat ini, biarkan ia bernapas dalam kesederhanaan hatinya

Yang selalu ingin terlihat diam meski nampaknya tidak

Yang ingin terlihat bodoh meski nampaknya cerdas

Yang ingin terlihat tak mampu namun kemampuannya tak terkira

Kali ini, biarkan ia sendiri dengan sepi dunianya, yang sejatinya tidak sepi

Dunia sepinya adalah rumah kelam bagi para pendatang, namun surga bertahtakan mutiara baginya

Dunia kelamnya adalah gelap bagi mereka yang sungguh tak tahu jati dirinya, yang jauh terkubur di dasar samudera

Jangan usik ketenangan jiwanya dengan desas desus

Sekali saja, lepaskan ia dari genggaman eratmu

Jiwanya bebas, tidak boleh lagi ada keterkekangan diantara dirinya dengan cakrawala

Biarkan ia menembus angkasa dengan rangkaian kata dan tarian jarinya

Yang sungguhnya mampu merobek lapisan ozon hingga menembus Neptunus

Dia baik, namun begitu penuh rasa malu karena keberanian tak hinggap dalam nadinya

Kekhawatiran selalu membayanginya sampai tak mampu untuk terus bergerak

Melawan si takut untuk pergi menjauh

Dalam hatinya ia berkata, “Apa yang harus aku lakukan?”

“Aku terlalu takut untuk melangkah lebih jauh lagi.”

Namaku … cahaya

Aku tak ingin redup karena rasa takut

Ajari aku untuk tetap bersinar terang diantara gedung-gedung pencakar langit

Namaku cahaya, aku tak ingin menghilang

Pict. taken by: Arya Rahmania Putri Afisa @afisamaii

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai