Usiaku kini sembilan belas
Ku jejaki tanah Timur Jawa lima tahun lamanya
Dan kumasih akan berpijak pada tanahnya tiga tahun lagi
Pulang adalah anugrah bagiku
Jauh sekali raga tak di kampung halaman
Lama sekali hati tertinggal di kota berbunga
Pilu mendengar mereka yang sendiri berjuang mengais nasi
Walau tak peduli kadang menelusuk masuk hati
Kuturuti sudah rasa maumu untuk menjadi wanita perantau
Berjalan meniti ilmu agama dan dunia
Yang mengisi akalku dengan jendela cakrawala
Dan yang akan mendekapku dengan nyanyian syahdu kalam-Nya
Setiap hari, terus dan terus tanpa ada jeda dan batas
Namun, aku punya satu pinta untukmu
Tolong, biarkan aku bersamamu untuk tahun-tahun terakhirku nanti sebagai putrimu
Waktuku mengabdi padamu
Menyiapkan makanan untukmu
Belajar membantumu ikut banting tulang
Waktuku untuk bermanja dan bersenda gurau
Waktuku untuk hanya menjadi putrimu, satu-satunya putrimu
Karena kau adalah orang yang paling kuhormati
Ketika nanti umurku menginjak kepala dua
Akan ada saatnya aku pergi
Pergi untuk mengabdi kepada seorang pria utusan Sang Maha Cinta, imamku
Dan dialah yang akan aku hormati terlebih dahulu
Maka, aku mohon
Lepaskanlah aku nanti untuk menghabiskan waktuku sebagai putrimu yang utuh
Tolong…
Aku rindu
Tinggalkan komentar