Aku, Putri Perantau

Usiaku kini sembilan belas

Ku jejaki tanah Timur Jawa lima tahun lamanya

Dan kumasih akan berpijak pada tanahnya tiga tahun lagi

Pulang adalah anugrah bagiku

 

Jauh sekali raga tak di kampung halaman

Lama sekali hati tertinggal di kota berbunga

Pilu mendengar mereka yang sendiri berjuang mengais nasi

Walau tak peduli kadang menelusuk masuk hati

 

Kuturuti sudah rasa maumu untuk menjadi wanita perantau

Berjalan meniti ilmu agama dan dunia

Yang mengisi akalku dengan jendela cakrawala

Dan yang akan mendekapku dengan nyanyian syahdu kalam-Nya

Setiap hari, terus dan terus tanpa ada jeda dan batas

 

Namun, aku punya satu pinta untukmu

 

Tolong, biarkan aku bersamamu untuk tahun-tahun terakhirku nanti sebagai putrimu

Waktuku mengabdi padamu

Menyiapkan makanan untukmu

Belajar membantumu ikut banting tulang

Waktuku untuk bermanja dan bersenda gurau

Waktuku untuk hanya menjadi putrimu, satu-satunya putrimu

Karena kau adalah orang yang paling kuhormati

 

Ketika nanti umurku menginjak kepala dua

Akan ada saatnya aku pergi

Pergi untuk mengabdi kepada seorang pria utusan Sang Maha Cinta, imamku

Dan dialah yang akan aku hormati terlebih dahulu

 

Maka, aku mohon

Lepaskanlah aku nanti untuk menghabiskan waktuku sebagai putrimu yang utuh

Tolong…

Aku rindu

 

2 tanggapan atas “Aku, Putri Perantau”

  1. amalinaqori99@gmail.com Avatar
    amalinaqori99@gmail.com

    wuidih hai putri perantau !

    Disukai oleh 1 orang

    1. Zahra Artyasa Avatar

      azeeeek
      samalah ente jugaa. wkwk

      Suka

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai