Disusun oleh:
Zahra Fariha Nuruzzakiah Artyasa
3920185181377
Program Studi Hubungan Internasional
Fakultas Humaniora
Universitas Darussalam Gontor
2018/2019
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
1. DAFTAR ISI
2. BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Manfaat Tulisan
1.5 Batasan Masalah
1.6 Sumber Data
1.7 Metode Penelitian
1.8 Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Hubungan Internasional
2.2 Sejarah Munculnya Studi Hubungan Internasional di Zaman Nabi Muhammad Saw.
2.3 Sejarah dan Perkembangan Studi Hubungan Internasional di abad ke-19 sampai sekarang
BAB III PENUTUP
2.1 Kesimpulan
2.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
Setiap negara pernah berperang, meski tidak semua negara yang berperang pernah dijajah. Ada beberap negara yang tidak mengalami penjajahan, sebut saja Thailand. Negara yang sudah bebas dari penjajahan dianggap telah merdeka dan dapat berdaulat membentuk negaranya sendiri. Negara merdeka telah memiliki hak mereka untuk berdaulat, berpolitik, membentuk satuan militer dan menentukan kebijakannya masing-masing. Dengan begitu, mereka juga dapat menjalin hubungan antara negara mereka dengan negara-negara tetangga atau mungkin lintas benua demi menjalin hubungan yang dinamis dalam hal ekonomi, militer, politik maupun budaya. Ini semua dilakukan agar simbiosis mutualisme dan perdamaian antar negara dapat terjalin dengan baik.
Komunikasi atau diplomasi antarnegara merupakan hal yang penting. Maka dari itu, studi hubungan internasional mengambil alih penting untuk dipelajari agar diplomasi antarbangsa dapat berjalan dengan baik dan dengan proses serta cara yang benar.
1.1 Latar Belakang Masalah
Kita pernah mendengar istilah JAS MERAH. Istilah ini diserukan oleh seorang proklamator kemerdekaan Indonesia yaitu Ir. Soekarno atau yang biasa kita panggil Bung Karno yang artinya ‘Jangan pernah melupakan sejarah’. Mengapa sejarah itu penting? Karena dengan sejarah, kita dapat belajar lebih banyak tentang bagaimana kita menghadapi masa depan yang tantangannya akan jauh lebih sulit. Sejarah memiliki andil besar dalam kehidupan umat manusia. Jika kita putar kembali rekaman masa lalu, banyak sekali sejarah kelam yang terjadi di abad ke-19. Sebut saja Perang Dunia 1 dan 2, ada juga Holocaust atau kejahatan genosida yang membumihanguskan berjuta-juta orang Yahudi yang dilakukan oleh pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler.
Adapun di Indonesia, pemberontakan terjadi pada tahun 30 Septemper 1965 yang menewaskan 7 perwira tinggi militer Indonesia dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha kudeta yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia.
Dalam makalah ini, akan dibahas sejarah munculnya studi hubungan internasional mulai dari zaman Kenabian hingga saat ini.
1.2 Rumusan Masalah
Perumusan masalahnya meliputi:
2.1 Apakah pengertian Hubungan Internasional?
2.2 Bagaimanakah munculnya studi hubungan internasional di zaman Nabi Muhammad Saw.?
2.3 Bagaimanakah sejarah dan perkembangan di abad ke-19 hingga saat ini?
1.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas OSPEK Mahasiswi Baru Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri Mantingan.
1.4 Manfaat Penulisan
Melalui makalah ini kami berharap agar makalah ini dapat menambah ilmu dan wawasan para pembaca mengenai beberapa hal seputar hubungan internasional.
1.5 Batasan Masalah
Batasan masalah pada makalah ini akan meliputi:
5.1 Pengertian Hubungan Internasional
5.2 Sejarah Munculnya Studi Hubungan Internasional di Zaman Nabi Muhammad Saw.
5.3 Sejarah dan Perkembangan Studi Hubungan Internasional di abad ke-19 sampai sekarang
1.6 Sumber Data
Sebagian besar data diambil dari buku referensi di perpustakaan kampus dan jurnal-jurnal yang berhubungan dengan sejarah hubungan internasional di internet.
1.7 Metode Penelitian
Searching
Browsing
1.8 Sistematika Penulisan
Sistematika yang terdapat dalam penyusunan makalah ini adalah :
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Manfaat Tulisan
1.5 Batasan Masalah
1.6 Sumber Data
1.7 Metode Penelitian
1.8 Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Hubungan Internasional
2.2 Sejarah Munculnya Studi Hubungan Internasional di Zaman Nabi Muhammad Saw.
2.3 Sejarah dan Perkembangan Studi Hubungan Internasional di abad ke-19 sampai sekarang
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Tentang Hubungan Internasional
Hubungan dapat diartikan sebagai interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok untuk menjalin suatu hubungan atau komunikasi. Sedangkan internasional sendiri berarti menyeluruh atau global. Jadi, Hubungan Internasional adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan antarnegara secara global atau menyeluruh.
Hubungan Internasional sendiri sering disingkat dengan sebutan HI. Ilmu ini khusus mempelajari di bidang disiplin ilmu-ilmu seperti ilmu politik, ekonomi, filsafat, budaya, sosiologi, psikologi, kriminologi dan sebagainya.
Berbeda dengan ilmu politik, HI mempelajari berbagai macam bidang seperti keamanan global, bisnis internasional, terorisme, kelestarian lingkungan termasuk politik luar negeri, globalisasi dan kedaulatan negara.
Pada awal abad ke-19, mulai muncul pemikiran-pemikiran baru dari para ilmuwan ataupun cendekiawan mengenai ilmu Hubungan Internasional. Pemikiran yang diajukan adalah hubungan internasional tidak boleh lagi dipandang sebagai disiplin ilmu yang terpisah, melainkan disiplin yang memiliki cara pandang atau pendekatan khusus yang mampu menterjemahkan dan memahami dimensi empiriknya secara utuh. Tatanan politik internasional pada akhir abad 19 itu juga cukup berpengaruh terhadap perkembangan kajian hubungan internasional.
Sejarah Munculnya Studi Hubungan Internasional di Zaman Nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad Saw. merupakan seorang nabi terakhir yang diutus Allah untuk menyempurnakan agama Islam dengan kitab Al-Qur’an. Beliau juga merupakan pemimpin umatnya dikala itu. Sebagai kepala negara dan juga pemimpin umatnya, tentu saja Rasulullah memiliki tujuan dan dasar-dasar untuk membangun negeri Yatsrib (sekarang Madinah) yang baru berdiri dibawah kepemimpinannya.
Ada tiga dasar pertama untuk membangun negeri Madinah yang baru saat itu:
1. Dasar pertama: Pembangunan Masjid
Nabi menjadikan pembangunan masjid sebagai dasar pertama dikarenakan pada saat itu, masjid menjadi tempat serbaguna bagi masyarakat setempat. Dipakai untuk shalat, mengaji, pusat pendidikan dan disekitar masjid biasanya para pedagang melakukan hubungan jual-beli dengan para pembeli atau masyarakat. Sehingga masjid mengambil peran penting dalam kemakmuran dan ketentraman bermasyarakat.
2. Dasar kedua: Ukhuwah Islamiyah
Yaitu persaudaraan antar umat muslim. Nabi mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Ini dilakukan Nabi untuk mempererat persaudaraan antar sesama muslim meski pada kaum yang berbeda agar islam makin bersatu.
3. Dasar ketiga: Hubungan dengan Pihak-Pihak Lain
Seperti masyarakat Yahudi dan masyarakat Arab yang masih menganut agama nenekmoyang, agar stabilitas masyarakat dapat diwujudkan, Nabi Muhammad mengadakan ikatan perjanjian dengan mereka, sebuah piagam yang menjamin kebebasan orang-orang non muslim. Setiap golongan masyarakat memiliki hak tertentu dalam bidang politik dan keagamaan. Kemerdekaan beragama dijamin dan seluruh anggota masyarakat berkewajiban mempertahankan keamanan negeri itu dari serangan luar.
Dari dasar ketiga inilah adanya hubungan antarnegara Islam baik dengan agama yang berbeda sepeti Yahudi dan Nasrani ataupun negara yang berbeda untuk membangun kerjasama baik dalam bidang militer, politik ataupun ekonomi demi kesejahteraan bersama. Maka atas dasar ketiga yang Nabi utarakan inilah, awal mula terjadinya Hubungan Antarnegara atau biasa kita sebut Hubungan Internasional.
Adapun asas-asas Hubungan Internasional dalam Islam berupa:
• Asas Kemanunggalan Manusia
• Asas Persamaan
• Asas Keadilan
• Asas Musyawarah
• Asas Kebebasan
• Asas kehormatan manusia
• Asas Toleransi
• Asas Kerjasama
Asas-asas diatas merupakan dasar yang dipakai untuk mempelajari ilmu Hubungan Internasional secara mendalam.
Selain itu, struktur-struktur nilai Hubungan Internasional Islam yang mengambil struktur dari pemerintahan Madinah karena Islam telah lama hidup disana dan Rasulullah merupakan pemimpin pertama kota Madinah, terdiri dari:
• Nilai Tauhid
• Nilai Khilafah
• Nilai Ibadah
• Nilai Ilmu
• Nilai Halal dan Haram
• Nilai Keadilan
• Nilai Istishlah
Sejarah dan Perkembangan Studi Hubungan Internasional di abad ke-19 sampai sekarang
Cerita tentang asal-usul hubungan internasional dimulai ketika perang besar (1914-1918), sebuah perang yang begitu menyeramkan hingga banyak orang percaya bahwa itu perang terakhir dari seluruh peperangan. Kehancuran dn penderitaan, kerja fisik dan ekonomi dihabiskan pada peristiwa pembunuhan dan pembantaian sadis terhadap suatu generasi secara keseluruhan, terutama pada tahun 1914.
Studi Hubungan Internasional tumbuh dari kepercayaan bahwa perang merupakan masalah paling serius yang dihadapi umat manusia dan sesuatu yang harus dilakukan untuk menjamin bahwa tidak akan ada lagi ‘generasi-generasi yang hilang’. Di ambang perang Dunia 2, para sarjana Hubungan Internasional terus memusatkan perhatian pada hakikat hubungan internasional atau hubungan antarnegara sebagai upaya mereka untuk memahami sebab-sebab terjadinya perang. Kemudian, pada tahun 1945 berdirilah Persatuan Bangsa-Bangsa atau yang biasa kita sebut sebagai PBB.
Setelah Perang Dunia 2 berakhir, munculah segala perubahan di setiap benua. Uni Soviet pecah, adanya ketegangan etnis dan nasionalis, Amerika yang awalnya menguasai industri dunia, kini harus bersaing dengan Jepang dan China yang berkembang pesat dengan pertumbuhan ekonomi dan bidang industrinya, sedangkan Eropa yang berjaya dengan segala kekayaannya harus mengalami reunifikasi Pasca-Perang Dingin. Sedangkan Afrika, yang meski telah bebas dari penjajahan-penjajahan, harus bertarung melawan kemiskinan yang semakin menjadi dan permasalahan politik yang tak terselesaikan.
Menurut Juwono Sudarsono, tahun 1989-1990, Perang Dingin berakhir dengan runtuhnya tembok Berlin pada 9 November 1989 serta menyatunya Jerman Barat dan Timur pada 3 Oktober 1990. Perkembangan itu disusul dengan bubarnya Uni Soviet pada 25 Desember 1991 bersamaan dengan mundurnya Mikhail Gorbachev sebagai kepala negara.
Namun, ada 4 hal penting yang terjadi setelah Perang Dingin berakhir:
1. Hubungan internasional ditandai dengan usaha untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa untuk menghadapi lingkungan internasional yang lebih kabur.
2. Soal yang berkaitan dengan keamanan regional. Tidak adanya negara adidaya yang memasok kekuatan militer telah menimbulkan persaingan baru bagi negara-negara anggota di kawasan tertentu.
3. Perhatian terhadap ekonomi internasional menjadi penting
4. Muncul pokok masalah baru dalam Hubungan Internasional yakni istilah “3 in 1”, beruupa lingkungan hidup, hak asasi manusia dan demokratisasi. Ditambah dengan dampak globalisasi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan dan Saran
Hubungan antar negara bisa saja tidak terjadi jika antarnegara di dunia ini, antar umat beragama yang walaupun memiliki kepercayaan berbeda-beda ataupun berbeda ras dan suku saling menghormati. Sejarah mengajarkan kita banyak hal terutama hal yang paling mengerikan di dunia ini, perang. Cukuplah sejarah yang mengajarkan dan memberi pemahaman kepada kita tentang arti perang di masa lalu. Perang, adalah sesuatu yang sangat merugikan kehidupan umat manusia. Tidak ada yang baik dari perang.
Maka dari itu, mari kita memahami dan mengartikan sejarah sebagai sesuatu yang berharga terutama untuk kepentingan komunikasi dalam berdiplomasi.
DAFTAR PUSTAKA
Jill Steans, Llyod Pettiford. 2009. Hubungan Internasional: Perspektif dan Tema. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suntana, Ija. 2015. Politik Hubungan Internasional Islam (Siyasah Dauliyah). Bandung: Pustaka Setia.
An-Na’im, Abdullah Ahmed. 2007. Islam dan Negara Sekuler. Bandung: Mizan.
M. Husain Haikal .1993 : Hal. 199-205
Saeri, M. Teori Hubungan Internasional Sebuah Pendekatan Paradigmatik. Jurnal Transnasional, Vol. 3, No. 2, Februari 2012
https://globalisasi.wordpress.com/hubungan-internasional-abad-ke-21-pengantar-studi(Diakses pada tanggal 13 Februari 2011)
Tinggalkan komentar