Dulu, pas masih kecil nggak pernah ngebayangin bakal sekolah ke tempat yang jaraknya ngelewatin 2 provinsi. Tapi, justru itu ternyata yang bisa mengubah perspektifku tentang ‘bagaimana dunia bekerja’.
Semuanya bermula dari cerita Bapa yang ngasih tau ke aku, kakakku, dan adikku bahwa semua Nabi itu hijrah. Yaps, semua nabi hijrah.
Hijrah kan, artinya perpindahan tempat, kalau zaman Nabi pasti misinya untuk menyebarkan agama atau untuk keselamatan diri dari ancaman kaum yang menolak dakwah mereka.
Tapi, bisa jadi artinya berubah untuk kita sebagai manusia biasa. Setelah cerita Bapa yang bilang bahwa ‘semua nabi hijrah’ itu, anak-anaknya akhirnya disekolahin jauh sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, dan pastinya disekolahin di sekolah terbaik biar dapetin ilmu yang bermanfaat.
‘Hijrah’ ini juga bisa berlaku buat kita, bukan cuma masalah tempat sekolah, tempat tinggal, tapi bisa jadi ‘hijrah’ dari sisi yang lebih nggak keliatan, misal ‘hijrah’ karakter dari yang awalnya buruk ke baik, atau hijrah-hijrah lainnya.

Kalau suatu hari kita ngerasa ada di tempat yang sama sekali nggak bikin kita berkembang dari segi spiritual, keilmuan, mentalitas dan lain-lain, mungkin kita harus setting ulang dan ‘hijrah’ ke tempat yang bisa ngedukung spiritual, keilmuan, dan mentalitas kita jadi lebih baik.
Kalau suatu hari kita ngerasa gundah, nggak tenang, resah, mungkin ada yang salah sama hati kita. Dari situ, kita bisa introspeksi diri, merasa harus ‘hijrah’ untuk dapet ketenangan batin, maka pergilah!
Kalau kamu udah dapetin banyak hal baik selama ‘hijrah’-mu itu, fondasi keilmuanmu udah teruji, mentalitasmu udah lebih kuat, spiritualitasmu mulai terjaga, maka suatu hari kamu bisa kembali ke tempat dimana kamu memulai semuanya.

Kamu pergi untuk kembali.
Kembalilah untuk mengubah tempatmu, orang-orang di sekitarmu untuk menjadi lebih baik, mengubah peradaban, mengenalkan kepada manusia lain bahwa ada banyak hal baik di luar sana yang belum mereka tahu karena terlalu lama menetap di tempat yang sama.
Tapi, gimana kalau saat kita kembali, justru orang-orang tempat kita berasal-lah yang nggak mau berubah?
I mean, at least kita udah berusaha. Kalau memang pada dasarnya dari manusianya yang nggak mau berubah, kita do’akan aja yang terbaik.
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللهِ إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
Artinya: “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS Ar-Ra’d : 11).***
Kamu bisa baca postingan paling baru punyaku disini!
Atau penasaran sama aku dan pengen kenal lebih dekat? Kunjungin instagram aku disini, ya! Aku biasanya juga sharing tentang banyak hal di Instagram.
Mau connect yang lebih profesional? Aku ada akun LinkedIn biar suatu saat mungkin kita bisa kolaborasi bareng disini!

Tinggalkan komentar