Too Much Talking

Bagiku, ini sesuatu yang salah.

Akhir-akhir ini aku merasa terlalu banyak berbicara. Terlalu banyak bercanda bahkan terlalu jujur pada orang lain. Jujur itu baik. Tapi, apakah terlalu jujur juga baik?

Rasanya kemarin, kemarin, kemarin dan hari kemarin aku terlalu banyak bertingkah dan tidak bisa menjaga sikap. Banyak perubahan yang aku rasakan menimbulkan sesuatu yang buruk. Buruk di mata temanku, dan aku merasakannya ketika mereka merasa tidak nyaman.

Salah satu temanku seringkali berkata untuk tidak terlalu sering menyalahi diri sendiri. Karena segala sesuatu yang aku lakukan bukan selalu salahku. Di sekitarku, terlalu banyak orang membicarakan kesulitannya. Pada akhirnya, aku akan terpancing pula untuk membicarakan apa yang aku resahkan, apa yang akan aku lakukan, bagaimana kesulitanku. Kami menjadi berlomba-lomba menyombongkan betapa sibuknya kami, menyombongkan betapa banyaknya masalah kami. Picik sekali.

Tanpa disadari, keluhan-keluhan yang kami lakukan setiap hari menjadi sebuah kebencian pada diri sang pengeluh, yang akan berakhir dimana kita akan mengacuhkan segala perkataanya.

Sempat terlintas di pikiranku untuk terlalu jujur pada mereka dan bertanya, “Bisakah kau diam? Masalahmu tidak bisa dibandingkan dengan masalah orang lain!”

Karena sejatinya, masalah manusia tidak bisa diukur sama. Kau, aku, kita tak bisa menyamakan masalah masing-masing. Jadi, yang bisa kita lakukan adalah saling menguatkan.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai