Aku rasakan angin disini
Pijakku berada diantara bebatuan terjal seolah aku tak akan hidup menua
Bukan aku ingin atau akan mati
Aku hanya ingin meresapi perjalananku, 365 hari
Waktu kembali dimana Januari merupakan awal baru bagi sebuah peradaban hidupku
Satu adalah langkah mulaku menjejaki 365 hari
Doa Ibunda adalah penentu bagaimana aku akan menjadi manusia dewasa
Dan umurku adalah dua puluh
Berkaca pada 365 hari
Sudah melakukan apa untuk lingkungan dan keluargamu?
Seberapa besar khusyukmu?
Seberapa dekat engkau dengan Tuhanmu?
Apa yang lebih baik dalam dirimu, 365 hari?
Berkaca pada 365 hari
Sungguh kita tak pernah benar-benar menyadari bagaimana waktu melesat
Layaknya air yang mengalir dengan tenangnya
Sudahkah hatimu merasa tenang?
Sudahkah dirimu merasa matang?
Sudahkah pijakmu merasa tertantang?
Mari kita berbaik diri dengan masalah
Mari kita berbenah hati dengan khusyuk
Mari kita bersiap raga menjemput masa
Selamat tinggal 365 hariku

Tinggalkan komentar