Bahagiamu, Aku

Tetes terus bergelimangan

Satu dua menjalar diatas aju pelipis

Hanya dengan menangis

Aku lepaskan kenangan dan ketenangan

Meski jarak ribuan kilometer

Akankah cinta rindumu luntur?

Terhadap aku yang lupa arti syukur

Betapa kasihmu tak pernah terukur

Rambut putihmu isyaratkan usia

Yang dengan cepatnya menembus bahagia

Ruang waktu yang kau terka

Bersama terang sinar cahaya

Bagaimana kau akan bahagia?

Apa yang membuatu bahagia?

Jarak jauhkah?

Atau pertemuankah?

Semakin hari beranjak

Ketika satu persatu dalam diriku berdecak

Aku pahami bahagiamu

Aku pahami rasa rindumu

Kucoba …

Aku benar-benar menangis

Sekarang

Mengingat pahit manis

Sulitnya hidupmu yang mencoba tegar bagai karang

Aku tak pahami

Bahagiamu, dulu

Sekarang aku pahami

Bahagiamu, aku

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai