PENGERTIAN IDEOLOGI
Ideologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. Adapun secara etimologis, “ideologi” berasal dari bahasa Yunani idea yang berarti “ide” dan logos yang berarti “ilmu”.
Istilah ideologi, dikemukakan pertama kali oleh Antonie Destutt de Tracy pada tahun 1796 dengan menyebutkan Ideology as science of ideas. Diharapkan dapat membawa perubahan institutional dalam masyarakat Perancis. Antoine Destutt de Tracy menggunakan istilah ideologi sebagai suatu studi tentang asal mula, hakikat, dan perkembangan ide-ide manusia, atau yang sudah dikenal sebagai “ScienceofIdeas”.
Adapun pendapat-pendapat lain yang dikemukakan oleh para ilmuwan dan cendikiawan mengenai arti dari ideologi:
1. Nicollo Machiavelli
Menurut Machiavelli, ideologi adalah pengetahuan mengenai cara menyembunyikan kepentingan, mendapatkan, serta mempertahankan kekuasaan dengan memanfaatkan konsepsi-konsepsi keagamaan dan tipu daya.
2. Dr. Hafidh Shaleh
Ideologi adalah sebuah pemikiran yang mempunyai ide dan metode berupa konsep rasional, yang meliputi akidah dan solusi atas seluruh masalah kehidupan manusia.
3. W. White
Ideologi adalah cita-cita politik atau doktrin (ajaran) dari suatu lapisan masyarakat atau sekelompok manusia yang dapat dibeda-bedakan.
4. Muhammad Ismail
Ideologi adalah pemikiran mendasar yang sama sekali tidak dibangun di atas pemikiran-pemikiran yang lain, melainkan merupakan akumulasi jawaban atas pertanyaan dari mana, untuk apa, dan mau ke mana alam, manusia, dan kehidupan ini yang dihubungkan dengan asal muasal penciptaannya dan kehidupan setelahnya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa ideologi adalah gagasan, ide, cita-cita yang dijadikan sebagai landasan, pendapat dan tujuan yang dikemukakan untuk kelangsungan hidup manusia.

PANCASILA DAN IDEOLOGI-IDEOLOGI DUNIA
Pancasila merupakan dasar dan juga ideologi negara Indonesia yang merupakan hasil pemikiran yang luar biasa dari para pejuang terdahulu. ‘Panca’ yang berarti lima dan ‘sila’ berarti dasar memiliki lima definisi yang menjadi landasan hidup bagi bangsa indonesia.
Tak dapat dipungkiri, ideologi sebagai dasar negara bukan hanya saja dimiliki oleh Indonesia. Seluruh negara di dunia tentunya memiliki ideologi-ideologinya masing-masing, namun bukan ideologi ‘Pancasila’ seperti yang dianut oleh negara kita.
1. Ideologi Sosialis
Ideologi sosialis telah berkembang ratusan tahun yang lalu. Sosialis sendiri berasal dari bahasa latin socius yang artinya teman. Sosialisme sendiri lebih mengedapankan kebersamaan dan kesejahteraan bersama sebagai landasan utama dalam hidup. Sosialisme merupakan ideologi yang lebih mengedepankan persamaan atau pemerataan derajat antar masyarakatnya. Sosialisme mencita-citakan sebuah masyarakat yang didalamnya semua orang hidup dan dapat bekerja sama dalam kebebasan dan solidaritas dengan hak-hak yang sama.
2. Ideologi Komunis
Ideologi ini diperkenalkan pertama kali oleh Karl Marx pada tahun 1848 sebagai salah satu ideologi dunia. Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Namun, paham ini berkembang hingga akhirnya terbelah menjadi dua paham komunis, yaitu komunis revolusioner dan komunis teori yang masing-masing memiliki cara juang yang berbeda dalam mencapai masyarakat.
3. Ideologi Liberalis
Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Ideologi ini menitikberatkan kebebasan untuk melakukan sesuatu secara rasionalisme, materialisme dan individualisme dan memisahkan antara urusan agama dengan urusan yang lainnya seperti urusan ketentuan hukum.

PANCASILA DAN AGAMA
Negara Indonesia bukan negara agama, tetapi kehidupan beragama sangat dihormati dan dijunjung tinggi. Karena negara memberikan kebebasan kepada wargannya untuk memeluk agamanya dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Karena adanya keberagaman agama di Indonesia kesadaran diri dari setiap pemeluk agama untuk menjaga keharmonisan hubungan harus terus terjaga diantara masyarakat. Semua pemeluk agama memang harus mawas diri. Yang harus disadari adalah bahwa kita hidup dalam sebuah masyarakat dengan keyakinan agama yang beragam. Dengan demikian, semestinya tak ada satu kelompok pemeluk agama yang mau menang sendiri.
Ideologi Pancasila merupakan dasar negara yang mengakui dan mengagungkan keberadaan agama dalam pemerintahan. Ideologi Pancasila adalah ideologi beragama. Sesama umat beragama sudah seharusnya saling tolong menolong. Tidak perlu melakukan permusuhan ataupun diskriminasi terhadap umat yang berbeda agama, berbeda keyakinan maupun berbeda adat istiadat.
Agama yang diakui di Indonesia ada 5, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu.
Sebuah kesalahan fatal bila menjadikan salah satu agama sebagai standar tolak ukur benar salah dan moralitas bangsa. Karena akan terjadi chaos dan timbul gesekan antar agama. kalaupun penggunaan dasar agama haruslah mengakomodir standar dari Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu bukan berdasarkan salah satu agama entah agama mayoritas ataupun minoritas.
Memang Pancasila adalah bagian dari sejarah inti negara Indonesia. Sehingga tidak heran bagi sebagian rakyat Indonesia, Pancasila dianggap sebagai sesuatu yang sakral yang harus di hafalkan dan mematuhi apa yang diatur di dalamnya. Ada pula sebagian pihak yang sudah hampir tidak memperdulikan lagi semua aturan-aturan yang dimiliki oleh Pancasila. Namun, di lain pihak muncul orang-orang yang tidak sepihak atau menolak akan adanya Pancasila

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai