Aku Juga Khawatir …

Di tengah kacaunya sistem Indonesia saat ini, aku jadi lebih sering banyak berpikir. Tentang banyak hal, masa depan, kapasitas diri, kesiapan menghadapi tantangan, orang tua, dan menikah.

Saat membeli tab pertamaku yang kubeli dengan uang hasil bekerja hampir 2 tahun ini (1/4 bayaran masih meminjam ke orang tua), aku niatkan agar tab ini menjadi wasilah agar aku bisa lebih banyak melakukan hal bermanfaat, lebih produktif, atau bahkan membuat hal-hal yang lebih hebat dibandingkan diriku yang sekarang.

Tak dipungkiri, aku butuh uang untuk banyak hal. Aku ingin membahagiakan orang tuaku dengan hal yang ingin selalu kuusahakan, meski uang bukan patokan utama, tapi beberapa hal di dunia ini butuh uang, seperti halnya umrah, haji, pergi jalan-jalan ke luar negeri, atau bahkan hanya sekedar jajan.

Aku juga khawatir …

Saat satu persatu temanku mulai menemukan cinta sejatinya, aku sering bertanya mengapa aku belum? Mengapa rasanya orang sepertiku sulit menemukan cintanya juga?

Aku seringkali bertanya, apakah usahaku kurang? Apakah do’aku kurang? Sampai seringkali merasa putus asa, padahal tentunya tidak boleh diriku ini meragukan kehendak Allah.

Aku seringkali takut, waktu berpulang untuk bapak dan mamah lebih cepat dibandingkan waktu aku, kakakku dan adikku menikah.

Karena aku ingin mereka melihat anaknya bahagia dengan balutan baju pengantin.

Aku juga khawatir …

Bagaimana masa depanku? Apakah akan baik-baik saja sehingga bapak bisa istirahat dari kesibukannya mengajar di umurnya yang mulai senja?

Aku ingin mama menikmati hari-hari senjanya bersama bapak berdua cukup dengan ketenangan, bukan kesibukan pekerjaan.

Aku tentunya khawatir tentang banyak hal yang menanti di depan. Tapi, semoga Allah memberi banyak kemudahan dan penjagaan untuk segala hal baik yang sedang aku usahakan, aamiin.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai